Author : Nurlela Kadir
FB : Ehlha Gadies Aries
Pagi itu suasana sekolah SMA Negeri 1 Harapan nampaknya sangat berbeda
dari hari-hari sebelumnya. Banyak siswa yang berkumpul sambil membicarakan
sesuatu sepertinya ada yang berbeda pada hari itu.
***
“Selamat
pagi semua!!!”
“Pagi…!”
“Put,, ada
apaan sih, tumben banget pagi-pagi udah ramai.!” Tanya seorang Gadis.
“Aduh Ela,
kamu kayaknya ketinggalan gossip deh…!” Kata Puti pada Ela gadis yang bertanya
tersebut.
“Ketinggalan
Gosip…? Maksudnya apa sih Puti. Jelasin yang benar dong”
“Hari ini
dikelas kita akan ada siswa baru…!”
“Owh. Siswa
baru dikelas kita…?” Kata Ela sambil
mengulangi kata-kata Puti.
‘Ya, Benar”
Jawab Puti singkat
“Pantesan
kelas kita ramai, memangnya siswa baru itu cewek atau cowok ?” Tanya Ela pada
Puti
“Cowok.
Lihat saja banyak cewek-cewek yang menanti kedatangannya”
“Ceileh,
siapa sih dia sampai segitunya disambut” Kata Ela pada Puti
“Hati-hati
kamu, jangan ngomong sembarangan!!!”
“Memangnya
kenapa,,,?”Tanya Ela dengan penasaran
“Nanti kamu
ke makan omongan, dan bisa-bisa kamu nantinya menyesal telah mengeluarkan
kata-kata seperti itu.”
“Sahabatku,
Kamu tenang saja. Dijamin aku ngak akan pernah menyesal mengeluarkan kata-kata
seperti itu”
“Yakin….?”
“Ya
100%,,,!” Jawab Ela pada Puti
“Terserah
Kamu deh” Jawab Puti
Setelah berbincang-bincang
dengan Puti, Ela pun langsung melihat buku tugasnya untuk diuji kembali apa
benar tugasnya sudah benar atau tidak,,,!
‘Hay Ela…!”
Panggil seorang gadis
“Hey Wulan,
How are you,,,?
“Fine. La
bisa pinjam buku tugas kamu ngak? Soalnya aku punya tinggal No 5 yang belum
selesai”
“Oh , tentu
saja ini juga mau aku ambil. Tunggu sebentar ya”
Setelah membuka tasnya,
tiba-tiba Ela terkejut dan terdiam sebentar. Sepertinya ada yang dipikirkan
Ela.
“Hay Ela.
kok malah bengong sih, ada apa,,? Tanya Wulan
“Ngak tau
nih Wul,,! tiba-tiba buku tugas aku kok ngak ada sih.”
“Wah,jangan
bercanda kamu La tugas itu kan harus diperiksa hari ini, kalau tidak ada kamu
bisa dihukum”.
“Wul,jangan
nakut-nakutin dong,, beneran tugasku ngak ada”.
“Coba kamu
ingat-ingat dulu deh. Sapa tahu ketinggalan dirumah.
Tiba-tiba Ela terpikir sesuatu ,
dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
“Wul, aku
ingat. Ternyata buku itu tertinggal di atas meja belajarku gimana nih Wulan,,?’
Kata Ela pada Wulan dengan wajah cemas.
“Kamu balik
dulu kerumahmu deh,, kan rumahmu tidak jauh dari sekolah,,,!” Bujuk Wulan.
“Iya benar
katamu Wulan aku harus kembali, ya sudah aku balik dulu yah.”
Tanpa berpikir panjang, Ela pun
segera berlari dari kelasnya menuju pintu gerbang sekolah. Namun, banyak pertanyaan
yang merasuki otaknya. Bagaimanakah caranya agar ia dapat sampai di rumahnya
dan balik ke sekolah sebelum bel berbunyi. Sementara jika ia berjalan kaki
tentu memakan waktu yang sangat banyak walaupun jarak rumah dan sekolahanya
tidak terlalu jauh. Tiba-tiba sampai di gerbang Ela melihat seseorang yang
hendak turun dari sebuah kendaraan beroda dua (motor).
“Hay, boleh
aku minta tolong sama kamu,,,!” Tanya Ela pada seseorang tersebut tanpa
berpikiran dengan siapa ia berbicara, karena didalam benaknya hanya terdapat
sebuah kalimat yaitu bagaimana caranya agar ia sampai di rumahnya.
“Maaf aku
buru-buru,,!” Jawab seseorang tersebut.
“Please, aku
mohon saat ini hanya kamu yang dapat menolongku”.
“Ya sudah
apa yang bisa aku bantu,,,?”
“Antarkan
aku keumahku sebentar, jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah,,?”
“Kenapa kamu
balik lagi ke rumahmu,,,?”
“Buku tugas
aku ketinggalan, please aku mohon,,,!”
“Ya sudah,
kamu naik saja,,,!”
***
Setelah Ela menemukan bukunya,
ia pun langsung keluar dari kamarnya menuju gerbang depan rumahnya, dan hendak
menghampiri seseorang.
“Bolah kita
kembali ke sekolah sekarang,,,?” Tanya Ela paada seseorang tersebut.
“Ya tentu
saja,,,!
Setelah itu, mereka berdua
langsung pergi meninggalkan rumah Ela. Tidak berapa lama kemudian , akhirnya
mereka pun sampai di sekolah. Saking bahagianya hati Ela, karena dia tidak jadi
dihukum. Ia pun langsung turun dari motor tersebut dan langsung berlari ke
dalam sekolah tanpa berterima kasih kepada seseorang yang telah menolongnya.
“Wulan,,,?”
Teriak Ela sambil mengagetkan Wulan yang tengah duduk sambil mengerjakan
tugasnya yang sebagian belum terselesaikan.
“Kamu mengagetkanku
saja,,, gimana bukumu ada ngak,,?”
“Ada dong,
ini lihat,,!” Jawab Ela sambil memperlihatkan buku yang dipegangnya.
“Wah,
kebetulan aku juga sudah pusing mengerjakan no 5 ini,,!”
“Ya sudah
kerjakanlah sebelum Bu guru masuk,,,!” Jawab Ela.
Tiba- tiba Puti datang
menghampiri Ela dan Wulan yang sedang duduk berdekatan. Karena bangku Ela
berdekataan dengan bangku Wulan.
“Ela, kata
Wulan kamu balik ke rumah,,?” Tanya Puti.
“Iya, aku
mengambil buku tugasku ketinggalan di rumah.”
“Kok cepat
banget sih,,,?”
“Ya iyalah,
Ela gitu,,! Jawab Ela dengan lebay.
“Emang kaamu
naik apa,,?” Tanya Puti.
Setelah mendengar pertanyaaan
Puti, Ela pun teringat pada seseorang yang telah mengantarnya. Ia baru ingat
bahwa ia belum mengucapkan terima kasih pada orang tersebut.
“Astaga,,,!”
Teriak Ela yang mengagetkan Wulan dan Puti.
“Ada apa
sih,,,! Teriak tiba-tiba, lihat pocong ya,,?” Tanya Wulan penasaran.
“Aku belum
sempat mengucapkan terima kasih kepadanya,,?”
“Kepada
siapa sih, jelasinnya yang benar dong Ela,,!” Tegas Wulan.
“Orang yuang
telah menolongku tadi,,!”
“Iya kepada
siapa La, terus kamu belum jawab pertanyaanku kamu naik apa tadi,,,!” Tanya
Puti.
“Itu dia
kawan tadi ada yang menolongku.”
“Kamu
jelasinnya yang benar. Ayo coba cerita pada kami.
Akhirnya Ela pun menjelaskan
kejadian yang dialaminya pada kedua sahabatnya itu.
“Owh, gitu
aja teriaknya sampai di atas Tugu Monas.“ Tegas Puti.
“Iya santai
aja La, nanti sebentar kita akan temanin kamu untuk bertemu dengannya,,!” Bujuk
Wulan pada Ela.
“Itu dia
masalahnya Wul, aku ngak tau namanya. Bahkan wajahnya pun aku ngak tau karena
tadi saat aku bercerita dengannya wajahnya tertutupi dengan helmnya.”
“Whaaat,,”
Teriak Wulan dan Puti kompak.
“Tapi kamu
tau nomor motornya,,,!” Tanya Wulan.
“Ya, tidak
juga.” Jawab Ela dengan pelan.
“Ela, kamu
ini gimana sih. Masa yang menolongmu saja kamu ngak tau sih,,?” Tegas Wulan
pada Ela.
“Tapi aku
ingat warna motornya. Warna motornya warna putih.” Jawab Ela pada kedua
temannya.
“Astaga Ela,
kamu ini bloon atau pura-pura amnesia sih, motor yang warna putih kan banyak,,”
Tegas Wulan ambil mengingatkan.
“Iya, ya.
Lantas aku harus bagaimana,,,?’
Tiba-tiba bel masuk berbunyi,
semua siswa yang ada diluar telah memasuki kelasnya masing-masing.
“Nanti, kita
pikirkan sama-sama sebentar,,” Bujuk Wulan pada Ela.
“Iya, yang
penting kita harus fokus dulu belajar. Ingat jam pertama adalah pelajaran Ibu
Sunarti, guru yang terkenal sangat killer,,” Tegas Puti pada Ela.
Tiba-tiba, Ibu Sunarti datang.
Namun tidak seperti biasanya Ibu Sunarti masuk bersama seseorang.
“Pagi
anak-anak,,,” Sapa Ibu Sunarti
“Pagi
Bu,,,,,” Jawab seluruh siswa.
“Hari ini,
wali kelas kalian sakit oleh karena itu Ibu menggantikan sementara posisi wali
kelas kalian. Disini Ibu tidak datang sendirian tetapi Ibu datang dengan
seorang siswa baru. Baiklah Jonas sekarang kamu perkenalkan namamu pada
teman-teman beru kamu,,” Tegas Ibu Sunarti pada siswa baru tersebut.
Nanti
disambung disini
“Hay,
teman-teman” Sapa seorang laki-laki.
“Kenalkan,
namaku Jonas Saputra biasa dipanggil Jonas. Aku pindahan dari SMA Nusa Indah.”
Tiba-tiba, Ela berpikir sesuatu
setelah melihat Jonas. Sepertinya wajah ini tidak asing lagi baginya. Namun
wajah Jonas sangat samar-samar dalam bayang-bayangnya.
“Ah, mungkin
mirip saja,,,” Jawab batin Ela.
“Hey, masih
ingatkah kamu dengan perkataanmu tadi,,,?” Tegas Puti pada Ela yang sedang
duduk dibelakangnya.
“Iya aku
ingat kamu tenang saja. Lagian cowok gini bukan tipeku,,,”Jawab Ela sambil
tertawa diikuti Wulan dan Puti.
Tiba-tiba, sebuah suara
menghentikan tawa mereka.
“Ela, apa
ada pertanyaan lagi,,?” Tanya Ibu Narti.
“Ti-tidak
ada Bu,,,” Jawab Ela dengan terbata-bata.
“Lantas
kenapa kamu tertawa,,,?” Tanya Ibu Narti lagi.
“Ini Bu,
wajah Wulan lucu,,!” Jawab Ela dengan singkat.
“Owh Ibu
kira ada apa, ya sudah Jonas kamu duduk dibelakang Reza.” Tegas Bu Narti pada
Jonas sambil menunjuk bangku kosong yang berjarak satu langkah dari tempat
duduk Ela.
“Haah, dia duduk disampingku,,,?” Bisik Ela
pada Wulan.
“Iya,
memangnya kenapa,,,?” Tanya Wulan.
“Ya, ngak
apa-apa sih” Jawab Ela sambil nyengir.
Dengan tidak sadar, Ela pun
memalingkan wajahnya kesebelah kiri dan tidak sengaja matanya berpapasan dengan
dua bola mata yang sangat indah dan terlihat seperti mata kucing yang berkilau.
“Subhanallah,
cowok ini tampan juga” Kata Batin Ela.
“Masya
Allah, ini cewek bagaikan bidadari yang turun dari langit yang diutus ketuanya
untuk menemaniku dikelas ini.” Batin
Jonas pun berkata.
Begitu lama mereka berhadapan,
tiba-tiba Ela teringat pada perkataannya tadi yang dilontarkan kepada Puti.
Akhirnya ia memutar kembali kepalanya dan memalingkan wajahnya kepapan tulis
sambil mendengarkan Ibu Narti menjelaskan tentang pelajaran PKN.
***
Bel istrahat pun berbunyi, semua
siswa sibuk dengan urusannya masing-masing. Namun terlihat seorang gadis yang
tampak melamun di tempat duduknya.
“Hay, boleh
kenalan,,,?” Sapa seorang laki-laki sambil mengulurkan tangannya.
“Aku sudah
tau nama kmu kok, nama kamu Jonas kan,” Jawab gadis itu.
“Iya, tapi
ku belum tau nama kamu. Boleh aku tahu namamu,,?”
“Aku Ela,,”
Jawab gadis itu sambil mengulurkan tangannya.
“Owh kenapa
tidak ke kantin?”
“Lagi malas,
lagian aku juga ngak lapar,,!” Jawab Ela sambil mengambil Novel dan membacanya.
“Kenapa
malas,,? Nanti kalau ngak makan kamu bias kena magh,,!”
“Sok tau
banget sih kamu,,” Bentak Ela pada Jonas.
“Loh kok
kamu marah sih, aku kan cuma mengingatkan,,,!”
“Ngak perlu,
tanpa diberi tahu aku juga tahu,,!” Tegas Ela sambil berdiri dan langsung
meninggalkan Jonas.
Ela pun langsung pergi
meninggalkan Jonas, dan mencari kedua sahabatnya. Dari tadi dia mencari kedua
sahabatnya, namun batang hidung mereka belum juga terlihat. Akhirnya ia
memutuskan untuk duduk ditaman sekolah sambil melanjutkan membaca Novelnya.
Namun tampakny ia gelisah dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan
membaca Novel dan menutupnya kembali. Sepertinya ia lagi memikirkn sesuatu.
“Siapakah
yang rela menolongku tadi,,,?”
“Siapakah
dia yang telah menolongku dari hukuman Ibu Narti,,,?
“Ya Allah,
aku mohon pertemukan aku dengannya,,,” Batin Ela berkata.
Dari lamunannya tersebut
tiba-tiba ia berpikir Jonas. Apakah Jonas yang telah menolongnya?. Sepertinya
hal yang tidak mungkin. Karena dari penglihatannya, Jonas merupakan orang yang
jutek. Namun siapa lagi kalau bukan Jonas. Pikiran Ela pun melayang-layang
bagaikan dedaunan yang berterbangan karena ditiup angin. Tiba-tiba sebauh suara
mengagetkan Ela.
“Hay kawan
kamu nampaknya sedih,,,?” Tanya seseorang.
“Eh Wulan,
Puti, ngagetin aja,,,!”
“Kamu kenapa
La,,?” Tanya Puti.
“Aku
berpikir hal yang tadi pagi,,,” Jawab Ela pada kedua sahabatnya.
“Sebenarnya
kita berdua ingin membantu, namun kasus kamu sangat sulit untuk ditebak,,,”
Jawab Wulan
“Ah Wulan,
kamu lebay deh,,,!” Jawab Ela sambil tertawa.
Tiba-tiba bel berbunyi ketiga
gadis tersebut langsung beranjak dari taman sekolah dan berjalan menuju kelas.
Namun tiba-tiba langkah Ela
terhenti, sepertinya ia melihat sesuatu. Ternyata Ela melihat Jonas yang sedang
dikerumuni oleh gadis-gadis cantik. Memang Ela tak bias berbohong dengan kata
hatinya, ia akui Jonas memang tampan, orangnya baik. Namun setelah melihat
Jonas sedang dikerumuni gadis-gadis cantik ia merasa jijik dengan Jonas.
“Apakah ini
namanya cemburu,,,?” Kata batin Ela
“Apaan sih
La, ngapain juga cemburu sama cowok seperti itu. Ikh amit-amit deh,” Kata batin
Ela lagi.
“Heh, kanapa
kamu,,,?”
“Ti-tidak
apa-apa Wulan” Jawab El pada Wulan
“Jangan
bilang, kamu lagi mengamati Jonas,,” Tegas Puti pada Ela.
“Ng-ngak
kok, ngapain juga mengamati orang yang ngak penting. Ayo kita langsung ke kelas
aja,,,” Tegas Ela pada kedua sahabatnya.
Mereka pun sampai ke kelas,
tiba-tiba ketua kelas dan dan menyampaikan bahwa guru mata pelajaran jam
terakhir lagi sakit dan tidaj bias mengajar hari ini, semua siswa pun bersorak
ria, termasuk Ela,Wulan, dan Puti.
Tiba-tiba Puti melihat Sesutu
yang berbeda dari Ela, ia pun menanyakan hal itu pada Ela.
“La,,,”
Sapaa Puti.
“Kenapa
Put,,?” Tanya Ela.
“Tumben kamu
tidak memakai gelang kesayanganmu,,,!”
“Masa
sih,,?”
“Coba kamu
lihat kalau ada di pergelangan tangmu atau tidak,?”
“Astaga iya,
kemana gelangku,,!” Tanya Ela dengan nada cemas dan wajah pucat setelah
mengetahui bahwa gelangnya hilang.
“Coba kamu
ingatingat dulu La, siapa tahu kamu salah menaruhny,,!” Bujuk Wulan sambil
menenangkan Ela.
Puti pun langsung berdiri
didepan kelas dan menyampaikan pengumuman.
“Teman-teman
aku mau bertanya,,,” Tegas Puti pada semua teman-temannya yang ada dikelas
tersebut.
“Ada apa
Puti,,?” Tanya seorang siswa.
“Iya, ada
apa sih,,?” Tanya seorang siswa lagi.
“Begini,
kalian tahu gelangnya Ela kan,,?”
“Iya kami
tahu,,,!” Jawab Siswa
“Nah, siapaa
yang lihat gelangnya. Soalnya Ela kehilangan gelangnya,,,!”
“Kasihan,
nanti kalau kami melihatnya pasti kami kembalikan. Kamu yang sabar ya La, kami
pasti akan membantu menemukan gelangmu,,!” Jawab salah seorang siswa.
“Iya aku
juga” Semua siswa berseru.
“Teman-teman,
makasih ya,,,” Kata Ela pada teman-temannya.
“Iya
sama-sama Ela” Seru semua siswa.
Tiba-tiba Ela tersadar, bahwa
salah seorang murid tidak berada didalam kelas.
“Kemana ya
Jonas,,,?” Tanya Batin Ela.
Tiba-tiba Ela berpikir keluar
untuk ketoilet, ia pun bertanya kepada kedua sahabatnya.
“Perlu
ditemani,,” Tanya Wulan.
“Tidak
perlu, aku bias sendiri”
Ela pun langsung pergi. Bruuuk,
tiba-tiba dengan tidak sengaja ia menabrak tubuh seseorang.
“Maaf, maaf,
sini aku bantu,,,” Tegas seorang laki-laki sambil mengulurkan tangannya pada
Ela yang hendak terjatuh.
“Tidak
perlu, aku bias sendiri,,,” Jawab Ela sambil mengibaskaan tangn Jonas.
“Kamu kenapa
sih,? Sepertinya kamu sangat membenciku,,?” Tanya Jonas.
“Siapa yang
membencimu, jangan Ge-Er deh,,!”
“Aku piker
kamu membenciku…!”
Tiba-tiba datang seorang gadis
cantik menghampiri mereka berdua. Sepertinya gadis tersebut sangat dekat dengan
Jonas. Ela pun terkejut,,,!
“Hey, Jonas
pulang bareng aku ya sebentar,,,” Ajaak gadis tersebut pada Jonas.
“Okey, aku
tunggu digerbang ya,,,” Jawab Jonas pad gais itu.
Tiba-tiba gadis tersebut
langsung pergi meninggalkan Ela dan Jonas. Namun, setelah gadis tersebut pergi.
Banyak pertanyaan yang berkerumun dipikiran Ela, ia ingin bertanya oada Jonas
siapakah gadis yang tadi. Namun, ia juga merasa gengsi.
“Kenapa juga
harus kutanyakan, tidak penting juga,,” Kata batin Ela. Tanpa ia sadari Jonas
sedang memperhatikannya.
“Kenapa kamu
ngeliatin aku kaya gitu,,,?” Tanya Ela.
“Ikh, Ge-Er
banget sih aku liatin Desi yang berjalan kok.”
Ela pun menengok kebelakang,
ternyata benar ada gadis yang sedag berjalan dibelakangnya.
“Owh, gadis
yang tadi itu bernama Desi” Kata batin Ela.
“Hey,
sebenarnya kamu mau kemana sih,,?” Tanya Jonas
“Bukan
urusanmu, minggir,,!” Bentak Ela pada Jonas dan langsung meninggalkan Jonas.
***
Bel pulang pun telah dibunyikan,
semua siswa bersorak gembira. Ela,Wulan,dan Puti pun keluar dari kelasnya
menuju pintu gerbang sekolah. Tiba-tiba Ela melihat sesuatu yang membuat
jantungnya seperti mau berhenti dan hatinya rasanya tertusuk jarum-jarum yang
tajam. Sepertinya, Ela melihat kemesraan dua insane seperti di mabuk asmara.
Dan lebih parahnya dua insane itu adalah Jonas dan Desi.
“Kenapa
denganku,,,? Apa aku jatuh cinta kepada Jonas,,? Kenapa harus padanya cintaku
bersemi,,,? Orang yang sangat jijik bagiku,” Tanya Ela pada dirinya sendiri.
Ela pun melanjutkan
perjalanannya. Jarak rumah Ela,Puti, dan Wulan sangat berdekatan. Oleh karena
itu mereka selalu pulang sekolah bersama-sama.
Sampai dirumah, Ela pun berganti
pakaian dan langsung membaringkan tubuhnya diranjang. Rasanya hari ini adalah
hari yang sangat melelahkan baginya. Oleh karena itu, ia ingin beristirahat
tanpa gangguan dari siapapun.
***
Pagi itu, terlihat begitu cerah
mentari memancarkan sinarnya dengan begitu indah. Sebelum berangkat sekolah, ia
berharap dan berdoa semoga ia dapat menemukan gelangnya yang hilang, dan juga
dapat menemukan orang yang telah menolongnya untuk mengambil buku tugasnya.
Setibanya digerbang Ela terkejut
melihat seorang laki-laki yang hendak turun dari sebuah motor. Yang mengejutkan
Ela, motor tersebut seperti motor yang telah mengantarnya kemarin untuk
mengambil buku. Namun dalam benak Ela teringat kata-kata Wulan.
“Astaga Ela,
kamu ini bloon atau pura-pura amnesia sih, motor yang warna putih kan banyak,,”
Teringat kata-kata Wulan, Ela
pun tersadar dari lamunannya dan berjalan menuju kelasnya.
Hari itu, Ela terlihat seperti
tidak bersemangat. Karena ia merasa masalah yang menimpanya begitu
bertubi-tubi. Tiba-tiba datang Reza dan Jonas secara bersamaan, mereka datang
dengan sebuah senyuman dan sebuag pembicaraan yang sangat penting. Namun Ela
tidak menghiraukan dua lelaki tersebut. Ela tetap menunduk pada sebuah buku
Novel. Nampaknya ia sangat terfokus dengan cerita Novel tersebut.
“Gila kamu
Jonas. Pengalaman pertama kamu disekolah ini sangat mengasikkan belum apa-apa
udah bonceng cewwek duluan,,,” Tegas Reza pada Jonas sambil tertawa.
“Ya iyalah,
sebenarnya aku ngak mau menolong cewek tersebut. Namun gadis itu memaksaku
sampai-sampai ia bermohon padaku. Katanya sih hanya ku yang dapat
menolongnya,,,!”
“Hahahahaha,
wah jadi sirik aku sama kamu Jonas,”
Setelah mendengar pembicaraan
kedua lelaki tersebut, Ela terkejut dan langsung menutup bukunya. Tanpa
mengucap satu kata pada kedua lelaki itu Ela langsung pergi meninggalkan kelas
tersebut. Hatinya bagaikan tersayat-sayat pisau yang tajam bahkan sangat tajam.
Ela pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman sekolah.
“Za, kenapa
sih dia,,?” Tanya Jonas pada Reza.
“Lagi sedih
kali,,!”
“Sedih
kenapa,,,!”
“Aku ngak
tahu,,,!”
“Za, aku
boleh nanya ngak,,?”
“Ya boleh
lah,,,!”
“Ela itu
orangnya Jutek ya,,,?”
“Tidak kok
Jo, dia baik, banyak teman-teman dikelas menyayanginya. Karena Ela itu gadis
yang ngak sombong. Dia sering member petunjuk pada kita semua jika ada tugas
atau ulangan,,” Jjelas Reza pada Jonas panjang lebar.
“Masa
sih,,,!”
“Iya,
mungkin kamu belum kenal lebih dekat dengan dia, jadi kamu beranggapan begitu,,!”
“Tapi,
kenapa dia sama aku sangt jutek ya,,,?” Tanya Jonas penasaran.
“Sebenarnya,
dia lagi ada masalah Jo,,,!”
“Masalah
apa,,?”
“Dia
kehilangan gelang yang sangat berharga,,,!”
“Apa gelang
itu pemberian dari pacarnya, sampai segitunya kesedihannya,,,?” Tanya Jonas.
“Bukan,
gelang itu pemberian kakaknya sebelum kakaknya meninggal karena kecelakaan.”
“Apa benar
yang kau katakana Reza,,?” Tanya Jonas.
“Iya
akhir-akhir ini Ela selalu sedih, karena belum lama ini ia ditinggalkan oleh
kakaknya.”
“Sungguh
malanh nasibmu La, maafkan aku yang selalu membuatmu marah,,!” Kata Batin
Jonas.
“Za,
sebenarnya,,,!”
“Sebenarnya
apa Jonas,,,!”
“Sebenarnya,
Gadis yang aku tolong waktu pertama aku masuk sekolah itu adalah Ela,,,!” Jelas Jonas pada Reza.
“Apaaa,,,?”
“Iya Za, dan
gelangnya ada sama aku, soalnya waktu dia turun dari motorku entah mengapa
gelangnya jatuh. Pas aku mau balikin, ekh ternyata dianya keburu pergi, jadi
aku simpan saja.”
“Aku
perhatiin sepertinya Ela ada hati sama kamu,,,!
“Maksud
kamu,,,?”
“Aduh Jonas,
maksudku Ela itu suka sama kamu. Soalnya waktu kamu berjalan dengan Desi tidak
sengaja aku berpapasan dengan Ela yang sedang mengamatimu sepertinya waktu itu
dia cemburu Jo,,,!” Jelas Reza.
“Benarkah,,,?”
“Ya, ya
sudah kamu ikejar deh cintamu itu aku yakin kamu juga menyukainya kan,,,?”
“Akh, so
tahu kamu, Za,,,!”
Saat itu, Ela mulai menangis ia
menyesal telah menganggap Jonas yang bukan-bukan.
“Jonas
maafkan aku, sungguh aku tidak tahu kalau kamu yang telah menolongku waktu itu,
maafkan aku,,,!” Kata batin Ela.
Tiba-tiba seseorang yang
memberikan sebuah tisu padanya.
“Sudahlah
Wulan, kamu jangan merugikan tisumu buatku. Aku sudah tahu semuanya, ternyata
cowok yang telah menolongku adalah Jonas. Namun kenapa dia tidak mengakui
semuanya padaku. Apa dia menganggap pertemuan itu hanya pertemuan biasa. Tapi
Wulan pertemuan itu bagiku adalah pertemuan special. Ternyata aku telah jatuh
cinta padanya walaupun aku tak prnah sadari itu.” Jelas Ela pada seseorang yang
telah memberikan tisu kepadanya tanpa memandang wajah seseorang tersebut.
“Aku juga
La, ternyata kamu sama seperti aku. Aku menganggap pertemuan itu adalah
pertemuan yang special. Aku yakin Allah telah merencanakan pertemuan tersebut.
Dan maafkan aku, selama ini tidak mengakui bahwa dirikulah yang menolongmu.”
Betapa terkejutnya Ela, setelah
mendengarkan penuturan tadi dan betapa terkejutnya ia melihat bahwa seseorang
yang dianggapnya sahabatnya itu ternyata bukn sahabatnya.
“Ka-kamu
Jonas,,,!”Kata Ela dengan nada terkejut.
“Iya, Ela
ini aku. Please terima ya tisu dariku. Aku tk tega melihat perempuan yang
sedang menangis,,,!” Jawab Jonas.
“Iya terima
kasih,!” Jawab Ela sambil mengambil tisu yang diberikan Jonas dan membersihkan
air matanya.
“Kamu jahat
Jonas,,,!!”
“Jahat,
maksudmu,,,?”
“Kenapa kamu
tidak mengaku dari awal kamu masuk kekelasku bahwa kamu adalah orang yng telah
menolongku,,,!”
“Aku pikir,
disaat itu kamu telah mempunyai pacar. Makanya karena sebagai anak baru aku
harus rama pada semuanya dan aku tidak mau membuat kekacauan. Namun setelah aku
selidiki ternyata kam masih jomblo dan belum ada yang memiliki.” Jelas Jonas
pada Ela.
“Iya , tetap
saja kamu jahat. Kamu membuat aaku lelah Jo,,!”
“Maafkan
aku, aku tidak bermaksud begitu, ini gelang yang kau cari,,,?” Tanya Jonas
sambil memberikan sebuah gelang.
“Iya, Jonas,
kamu dapat dari mana,,,?” Tanya Ela.
Akhirnya Jonas menceritakan
semuanya dengan secara detail pada Ela.
“Kamu jahat
Jonas, kamu sudah tahu semuanya tetapi kamu tidak mengakuinya.”
“Maafkan
aku, yang penting sekarang kita sudah saling TST,,,!”
“Apaan TST,
Jo,,,?” Tanya Ela penasaran.
“Tahu Sama
Tahu,,,!” Jawab Jonas.
“Kamu jahat
Jonas,,” Teriak Ela sambil memukul lengan kanan Jonas.
“Iya sekali
lagi maafkan aku ya, biar jahat toh kenapa kamu tetap dekat sama aku,,,!” Ledek
Jonas pada Ela.
“Bagaimana
aku tidak mau dekat denganmu, kamu telah mencuri sekping hatiku,,,” Ledek Ela
pada Jonas.
“Kamu jug
jahat La,,!”
“Memangnya
aku telah berbuat apa padamu,,,?” Tanya Ela dengan penasaran.
“Karena kamu
telah mengambil seluruh hatiku, tak sedikitpun kamu sisakan untuk tubuhku,,,!”
Gombal Jonas.
“Akh, sialan
kamu, kalau seluruh hatimu aku ambil terus kamu hidup pakai haati siapa,,?”
Tanya Ela.
“Ya pakai
hati kamu, kan katamu aku telah mencuri sekping hatimu,,” Jawab Jonas sambil
nyengir.
“Bisa saja
kamu Jonas,,”
Tiba-tiba datanglah beberapa
orang yang telah mengganggu kemesraan kedua insan yang baru dimabuk asmara
tersebut.
“Ceileh,
siapa sih dia sampai segitunya disambut,,,” Tegas Puti yang mengulang kata-kata
Ela waktu itu.
“Iya Put,
ada yang kemakan omongannya sendiri nih,,” Lanjut Wulan.
Sepertinya Wulan Puti sedang
menyindir Ela.
“Maaf, dua
sahabatku kata-kata itu kan keluar sebelum aku tahu semuanya,,” Jelas Ela pada
kedua sahabatnya.
“Owh, jadi
sekarang TST ya,,,!” Ledek Wulan pada kedu insan tersebut.
“Wul, apaan
TSTS,,,? Tahu Sama Tempe ya,,,?” Tanya Puti.
“Tahu Sama
Tahu Puti,,” Jawab Wulan, Ela, dan Jonas kompak.
Tiba-tiba Ela melihat sepasang
kekasih yang sedang bermesraan, Ela pun
terkejut.
“Owh, iya
Jonas,,, aku boleh nanya ngak,,?”
“Ya iyalah,
kamu mau nanya apa,,,?” Tanya Jonas pada Ela.
“Tapi kamu
harus jujur ya,,?”
“Iya,
memangnya kenapa,,?” Tanya Jonas.
“Sebenarnya
Desi itu siapa sih, kok kalian seperti terlihat mesra sekali kemarin? Tapi
tiba-tiba sekarang dia bermesraan dengan Reza, aku jadi bingung,,,?” Tanya Ela
pada Jonas dengan kebingungannnya.
“Ya Allah ,
nih anak selalu ketinggalan gossip. Makanya jangan terlaalu sering baca novel.
Lihat dong sekitar-sekitar sekolah jangan hanya berpindah di dua tempat saja,
kelas dan taman sekolah,,,” Jelas Wulan pada Ela.
“Apa
maksudmu Wul,, sungguh aku tak mengerti,,?” Tanya Ela.
“Ela sayang
Desi itu sepupunya Jonas. Jadi wajar kan dia bermesraan-mesraan dengan Reza,
kan Reza itu pacarnya. Mereka baru jadian seminggu yang lalu,,,” Jelas Puti
pada Ela.
“Masa
sih,,?” Tanya Ela.
“Kenapa kamu
pikir Desi pacarku,,,?” Tanya Jonas pada Ela.
“I, iya,
ya,,” Jawab Ela dengaan naa pelan
“Makanya selidiki
dulu, baru itu menuduh,,” Jelas Jonas ambil mencubit hidung Ela kecil.
“Akh, kamu
Jonas, bias aja. Iya aku ngaku salah maaf ya,,!”
“Iya sayang
aku maafin,,” Jawab Jonas.
“Wulan kita
pergi saja dari sini, rasanya taman ini banyak bunga-bunga cinta. Aku kan
alergi dengan bunga,,” Tegas Puti pada Wulan.
“Iya Put,
ayo kita keluar saja dari taman ini. Jangan sampai mengganggu dua kupu-kupu
yang sedang bercinta,,” Jawab Wulan.
“Heh, dasar
kamu Wul, katain aku kaya kupu-kupu,,,” Tegas Ela.
“Iya
ganteng-ganteng gini disamain sama kupu-kupu,,” Teriak Jonas pada kedua sahabat
Ela yang tengah berlari.
Akhirnya, taman sekolah tersebut
menjadi saksi cita kedua manusia tersebut.
J TAMAT J