Kamis, 28 Juni 2012

Mimpi Seorang Sahabat



Author : Nurlela Kadir
FB : Ehlha Gadies Aries





sahabat adalah seseorang yang selalu ada untuk kita baik sedih maupun senang.


sahabat adalah seseorang yang rela meluangkan waktunya untuk mendengarkan segudang curahan hati kita.


sahabat adalah seseorang yang rela berkorban untuk kita.

             *    *   *
       ''AYU,,,,,sini gabung sama kita-kita teriak seorang gadis yang jaraknya 5 meter dari Ayu.
      '' nggak ah,aku takut aku di sini aja,,,, tegas Ayu pada gadis tersebut.
     '' hey yu,kalau taunya gitu kamu nggak usah ikut aja.kamu nggak asik aahh,,,,teriak gadis tersebut
AYU adalah seorang gadis yang cantik,manis,ramah,sopan,rendah hati,dan suka bergaul [ ceileh smpurna bnget ].oleh karena itu banyak orang yang suka bersahabat dengannya.AYU LESTARI itulah nama lengkapnya,gadis yang berusia 17 tahun ni memiliki dua sahabat namanya DIDA WIJAYA,DAN DEWI ANUGERAH.
      '' YA sudah deha,aku ke sana,,,,jawab Ayu dengan nada yang malas.
      '' nah gitu dong yu,,,,,,teriak dewi pada ayu
      '' ah bawel lu WI,,,jawab Ayu pada Dewi.
Ayu pun menghampiri kedua sahabatnya yang sedang asik menikmati suasana pantai yang indah,ombak yang deras dan besar serta angin yang kencang dan sean sejuk.
    '' Nah asyik kan di sini,dari pada kamu di sana sendirian nggak jelas melamun apaan,,,,tegas Dewi pada Ayu
      '' Tapi kan di sana nggak ada ombaknya,di sini ombaknya deras dan besar-besar lagi,,,jawab Ayu pada Dewi
     '' Dasar BLOON kamu yu,ombak aja di takutin,,,,,Dewi
     '' Biarin,ombak kan bisa membahayakan kita,,,,,,tegas ayu pada dewi


           *      *        *
Tidak terasa sudah 3 jam mereka menikmati indahnya pantai.matahari mulai berada di ufuk barat. 
      '' GILA,dari pukul 15.00-17.00,kita bermain di pantai,,jelas Dewi pada kedua temannya
      '' ya sudah kita balik aja yuk,,jawab ayu pada kedua temannya
 Mereka bertiga pun kembali ke vila mereka,untuk mengemasi barang-barang mereka.
Jarak villa mereka dengan pantai sangat dekat.
Di tengah perjalanan kembali ke villa mereka, tiba-tiba Dinda terjatuh,wajahnya sangat pucat,dadanya terasa sakit,dan nafasnya terasa sesak.
      '' Dinda,din,,kamu kenapa,,,,,? Ayu
     '' yu,sepertinya asma dinda kambuh,,,,jelas dewi pada ayu
    '' terus,kita harus gimana,,,,,? tanya ayu pada dewi dengan nada cemas
    '' cepat minta pertolongan,biar aku yang menjaga dinda,,,jawab dewi yang saat ini sedang merangkul tubuh dinda di pangkuannya.
Saat ayu berdiri untuk meminta pertolongan,tiba-tiba dinda menahan tangan ayu.
   '' Yu,ja-jangan min-ta per-to-longan.a-ku ingin mem-beri-ta-hu-kan se-suatu pa-da ka-lian,,,jelas dinda pada kedua sahabatnya dengan nada yang terbata-bata.
   '' Yu,kamu jangan banyak bicara dulu,,,,jelas dewi pada ayu
  '' YU,ka-lau a-ku meninggal na-nti,a-ku mo-hon ka-mu mengu-rus facebook aku seperti kamu mengurus facebook milik ka-mu sendiri.Dan un-tuk ka-mu dewi,a-ku mo-hon ka--mu mengurus TWITER milik aku se-perti ka-mu mengu-rus twiter milikmu.Hanya kalian yang dapat ku percaya,selamat tinggal BEST FRIEND'S.
       DINDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,,,,,,,,,,
   BRUUUUUUKKKK,,,,
Tubuh ayu jatuh di sebuah lantai,ayu memandang seluruh isi ruangan tersebut.Teryata ayu sedang berada di sebuah rungan yang sangat ia kenal,ruangan yang berisi sebuah ranjang,meja belajar,dan lemari.
    ''GILA,ternyata aku hanya mimpi.Buktinya sekarang aku  berada di kamrku,tapi kenapa imimpi tersebut seperti nyata,,,,? tanya ayu pada dirinya sendiri.
 ayu pun segera mengambil HANDPHONEnya untuk melihat jam,karena saat itu jam di kamarnya lagi rusak.
    '' BUSYET,udah jam 7,aku kesiangan lagi,,,tegas ayu pada dirinya sendiri.
tiba-tiba ayu melihat sebuah pesan yang belum terbaca di handphonebya,ia pun segera membacanya.


                                                          from; DEWI
      YU,CEPETAN KERUMAH SAKIT SEKARANG.
       DINDA LAGI DI RAWAT DI RUMAH SAKITNASMANYA KAMBUH,,,

Setelah membaca pesan dari  dewi,ayu pun terdiam sejenak di atas ranjangnya,sambil memikirkan mimpinya semalam.
   '' APA ni namanya ikatan batin antara teman,,?
     semalam aku bermimpi kalau dinda sakit,dan ternyata mimpi itu menjadi kenyataan,,,,,lirih batin ayu.

* * *
Akhirnya ayu pun bergegas untuk mandi,berdandan dan langsung berangkat ke rumah sakit.
Di tengah perjalanan ia melihat dua insan yang sedang bermesraan di taman bunga dekat rumah sakit.Ia melihat sosok lelaki yang sangat ia kenal dan peremuan yang juga sangat ia kenal.Ia pun mencoba mengahampiri kedya orang tersebut.
   ''RAFAEL,,,,,,? sapa ayu pada lelaki tersebut.
    ''AYU,,ngapain kamu kesini,,,? tanya ayu pada lelaki tersebut.
   '' nggak perlu kamu tahu,ngapain aku kesini.Apa maksud kamu berduan dengan afni di tempat umum seperti ini,,,tanya ayu
    '' Ayu,Aku bisa jelasin semuannya,,,,jelas afni pada ayu.
    '' HEH,LHO NGGAK USAH NGOMONG.TEGA LHO BERDUA,DINDA SEKARANG TERBARING LEMAH DI RUMAH SAKIT,SEMENTARA LHO BERDUA ASIK-ASIK BERMESRAAN DI SINI.GUE NGGAK NGERTI SETAN APA YANG TELAH MERASUKI OTAK LHO BERDUA.LHO BERDUA JAHAT,,,bentak ayu pada dua orang tersebut.
   ''AYU,kamu bilang kita berdua jahat,,,?
    kamu salah yu,salah besar.kAMU Tega membiarkan RAFAEL cowok tampan,keren,ni jadian sama dinda gadis yang penyakitan itu.Emangnya dia bisa membahagiakan Rafael dengan penyakitnya itu,,,jelas afni pada ayu
   '' APA LHO BILANG,SEKALI LAGI LHO NGOMONG GITU.GUE PATAHKAN LEHER LHO,,BENTAK ayu pada afni dan mendorongnya hingga jatuh.
    ''MEMANG BENAR KOK DINDA ITU PENYAKITAN,LHO NGGAK SADAR HAA,,,Bentak afni pada ayu
   '' LHO BERDUA MEMANG IBLIS,,,,,Bentak ayu pada dua orang tersebut dan langsung meninggalkan mereka.

  *           *              *
Tiba di rumah sakit,ayu segera mencari ruangan yang di tempati dinda.Setelah menemukan ruangan dinda,ia pun segera memasuki ruangan tersebut.Sesampainya di dalam ruangan dinda,ia langsung memeluk erat tubuh dinda sambil bercucuran air mata.Tingkah laku ayu mengagetkan dewi dan dinda yang saat itu sedang bercerita.
    '' Ayu,kamu kenapa,,?
     Hey,aku udah baikan kok,,,,tanya dinda pada ayu
    '' Dinda,aku ingin menceritakan sesuatu padamu,tapi kamu harus sabar,dan tegar ya,,,,jelas ayu pada dinda
Akhirnya ayu pun menceritakan soal mimpinya dan kejadian yang ia lihat tadi di taman bunga.
   '' oh itu,kalau soal Rafael aku udah tau semuanya.Maka dari itu,aku masuk rumah sakit ini setelah mengetahui hubungan mereka berdua.Aku melihat mereka berdua sedang bermesraan di sebuah MALL,ketik itu aku berjalan dengan ibuku ke MALL.AKu mencoba untu tegar,tapi aku nggak bisa,akhirnya aku pingsan dan asmaku kambuh,,,jelas ayu
    ''ngapai juga cowok gitu di pertahankan,cowok pecundang kaya gitu harus cepat-cepat di musnahkan kalau perlu di buang ke laut aja,,,AYU
   '' Jangan Yu,kalau di buang ke laut nanti ikan-ikan dan biota laut lainnya akan punah.kan kasihan,,,,DEWI
  '' IYA JUGA YA,HEHEHEHE,,,,AYU
  '' Aku bersyukur punya sahabat seperti kalin,terima kasih sudah mau jadi sahabt aku,,jelas dinda pada kedua sahabtnya.
   '' sekarang kita bertiga JOJOBA,,,AYU
   ''JOJOBA apaan yu,,,,? tanya dewi
   '' JOMBLO-JOMBLO BAHAGIA TOMKET,,,Ledek ayu pada dewi
  '' sialan kamu yu,ngatain aku tomket.Nggak ada yang bagusan ya,,,,tanya dewi
  '' Nggak ada,,hahahahaha

Tahu Sama Tahu (TST)



Author : Nurlela Kadir
FB : Ehlha Gadies Aries







Pagi itu suasana sekolah SMA Negeri 1 Harapan nampaknya sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Banyak siswa yang berkumpul sambil membicarakan sesuatu sepertinya ada yang berbeda pada hari itu.

***
“Selamat pagi semua!!!”
“Pagi…!”
“Put,, ada apaan sih, tumben banget pagi-pagi udah ramai.!” Tanya seorang Gadis.
“Aduh Ela, kamu kayaknya ketinggalan gossip deh…!” Kata Puti pada Ela gadis yang bertanya tersebut.
“Ketinggalan Gosip…? Maksudnya apa sih Puti. Jelasin yang benar dong”
“Hari ini dikelas kita akan ada siswa baru…!”
“Owh. Siswa baru dikelas kita…?” Kata Ela  sambil mengulangi kata-kata Puti.
‘Ya, Benar” Jawab Puti singkat
“Pantesan kelas kita ramai, memangnya siswa baru itu cewek atau cowok ?” Tanya Ela pada Puti
“Cowok. Lihat saja banyak cewek-cewek yang menanti kedatangannya”
“Ceileh, siapa sih dia sampai segitunya disambut” Kata Ela pada Puti
“Hati-hati kamu, jangan ngomong sembarangan!!!”
“Memangnya kenapa,,,?”Tanya Ela dengan penasaran
“Nanti kamu ke makan omongan, dan bisa-bisa kamu nantinya menyesal telah mengeluarkan kata-kata seperti itu.”
“Sahabatku, Kamu tenang saja. Dijamin aku ngak akan pernah menyesal mengeluarkan kata-kata seperti itu”
“Yakin….?”
“Ya 100%,,,!” Jawab Ela pada Puti
“Terserah Kamu deh” Jawab Puti

                Setelah berbincang-bincang dengan Puti, Ela pun langsung melihat buku tugasnya untuk diuji kembali apa benar tugasnya sudah benar atau tidak,,,!

‘Hay Ela…!” Panggil seorang gadis
“Hey Wulan, How are you,,,?
“Fine. La bisa pinjam buku tugas kamu ngak? Soalnya aku punya tinggal No 5 yang belum selesai”
“Oh , tentu saja ini juga mau aku ambil. Tunggu sebentar ya”
                Setelah membuka tasnya, tiba-tiba Ela terkejut dan terdiam sebentar. Sepertinya ada yang dipikirkan Ela.
“Hay Ela. kok malah bengong sih, ada apa,,? Tanya Wulan
“Ngak tau nih Wul,,! tiba-tiba buku tugas aku kok ngak ada sih.”
“Wah,jangan bercanda kamu La tugas itu kan harus diperiksa hari ini, kalau tidak ada kamu bisa dihukum”.
“Wul,jangan nakut-nakutin dong,, beneran tugasku ngak ada”.
“Coba kamu ingat-ingat dulu deh. Sapa tahu ketinggalan dirumah.
                Tiba-tiba Ela terpikir sesuatu , dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
“Wul, aku ingat. Ternyata buku itu tertinggal di atas meja belajarku gimana nih Wulan,,?’ Kata Ela pada Wulan dengan wajah cemas.
“Kamu balik dulu kerumahmu deh,, kan rumahmu tidak jauh dari sekolah,,,!” Bujuk Wulan.
“Iya benar katamu Wulan aku harus kembali, ya sudah aku balik dulu yah.”
                Tanpa berpikir panjang, Ela pun segera berlari dari kelasnya menuju pintu gerbang sekolah. Namun, banyak pertanyaan yang merasuki otaknya. Bagaimanakah caranya agar ia dapat sampai di rumahnya dan balik ke sekolah sebelum bel berbunyi. Sementara jika ia berjalan kaki tentu memakan waktu yang sangat banyak walaupun jarak rumah dan sekolahanya tidak terlalu jauh. Tiba-tiba sampai di gerbang Ela melihat seseorang yang hendak turun dari sebuah kendaraan beroda dua (motor).

“Hay, boleh aku minta tolong sama kamu,,,!” Tanya Ela pada seseorang tersebut tanpa berpikiran dengan siapa ia berbicara, karena didalam benaknya hanya terdapat sebuah kalimat yaitu bagaimana caranya agar ia sampai di rumahnya.
“Maaf aku buru-buru,,!” Jawab seseorang tersebut.
“Please, aku mohon saat ini hanya kamu yang dapat menolongku”.
“Ya sudah apa yang bisa aku bantu,,,?”
“Antarkan aku keumahku sebentar, jaraknya tidak terlalu jauh  dari sekolah,,?”
“Kenapa kamu balik lagi ke rumahmu,,,?”
“Buku tugas aku ketinggalan, please aku mohon,,,!”
“Ya sudah, kamu naik saja,,,!”

***

Setelah  Ela menemukan bukunya, ia pun langsung keluar dari kamarnya menuju gerbang depan rumahnya, dan hendak menghampiri seseorang.
“Bolah kita kembali ke sekolah sekarang,,,?” Tanya Ela paada seseorang tersebut.
“Ya tentu saja,,,!
                Setelah itu, mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah Ela. Tidak berapa lama kemudian , akhirnya mereka pun sampai di sekolah. Saking bahagianya hati Ela, karena dia tidak jadi dihukum. Ia pun langsung turun dari motor tersebut dan langsung berlari ke dalam sekolah tanpa berterima kasih kepada seseorang yang telah menolongnya.
“Wulan,,,?” Teriak Ela sambil mengagetkan Wulan yang tengah duduk sambil mengerjakan tugasnya yang sebagian belum terselesaikan.
“Kamu mengagetkanku saja,,, gimana bukumu ada ngak,,?”
“Ada dong, ini lihat,,!” Jawab Ela sambil memperlihatkan buku yang dipegangnya.
“Wah, kebetulan aku juga sudah pusing mengerjakan no 5 ini,,!”
“Ya sudah kerjakanlah sebelum Bu guru masuk,,,!” Jawab Ela.

                Tiba- tiba Puti datang menghampiri Ela dan Wulan yang sedang duduk berdekatan. Karena bangku Ela berdekataan dengan bangku Wulan.
“Ela, kata Wulan kamu balik ke rumah,,?” Tanya Puti.
“Iya, aku mengambil buku tugasku ketinggalan di rumah.”
“Kok cepat banget sih,,,?”
“Ya iyalah, Ela gitu,,! Jawab Ela dengan lebay.
“Emang kaamu naik apa,,?” Tanya Puti.
                Setelah mendengar pertanyaaan Puti, Ela pun teringat pada seseorang yang telah mengantarnya. Ia baru ingat bahwa ia belum mengucapkan terima kasih pada orang tersebut.
“Astaga,,,!” Teriak Ela yang mengagetkan Wulan dan Puti.
“Ada apa sih,,,! Teriak tiba-tiba, lihat pocong ya,,?” Tanya Wulan penasaran.
“Aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepadanya,,?”
“Kepada siapa sih, jelasinnya yang benar dong Ela,,!” Tegas Wulan.
“Orang yuang telah menolongku tadi,,!”
“Iya kepada siapa La, terus kamu belum jawab pertanyaanku kamu naik apa tadi,,,!” Tanya Puti.
“Itu dia kawan tadi ada yang menolongku.”
“Kamu jelasinnya yang benar. Ayo coba cerita pada kami.
                Akhirnya Ela pun menjelaskan kejadian yang dialaminya pada kedua sahabatnya itu.
“Owh, gitu aja teriaknya sampai di atas Tugu Monas.“ Tegas Puti.
“Iya santai aja La, nanti sebentar kita akan temanin kamu untuk bertemu dengannya,,!” Bujuk Wulan pada Ela.
“Itu dia masalahnya Wul, aku ngak tau namanya. Bahkan wajahnya pun aku ngak tau karena tadi saat aku bercerita dengannya wajahnya tertutupi dengan helmnya.”
“Whaaat,,” Teriak Wulan dan Puti kompak.
“Tapi kamu tau nomor motornya,,,!” Tanya Wulan.
“Ya, tidak juga.” Jawab Ela dengan pelan.
“Ela, kamu ini gimana sih. Masa yang menolongmu saja kamu ngak tau sih,,?” Tegas Wulan pada Ela.
“Tapi aku ingat warna motornya. Warna motornya warna putih.” Jawab Ela pada kedua temannya.
“Astaga Ela, kamu ini bloon atau pura-pura amnesia sih, motor yang warna putih kan banyak,,” Tegas Wulan ambil mengingatkan.
“Iya, ya. Lantas aku harus bagaimana,,,?’

                Tiba-tiba bel masuk berbunyi, semua siswa yang ada diluar telah memasuki kelasnya masing-masing.
“Nanti, kita pikirkan sama-sama sebentar,,” Bujuk Wulan pada Ela.
“Iya, yang penting kita harus fokus dulu belajar. Ingat jam pertama adalah pelajaran Ibu Sunarti, guru yang terkenal sangat killer,,” Tegas Puti pada Ela.
                Tiba-tiba, Ibu Sunarti datang. Namun tidak seperti biasanya Ibu Sunarti masuk bersama seseorang.
“Pagi anak-anak,,,” Sapa Ibu Sunarti
“Pagi Bu,,,,,” Jawab seluruh siswa.
“Hari ini, wali kelas kalian sakit oleh karena itu Ibu menggantikan sementara posisi wali kelas kalian. Disini Ibu tidak datang sendirian tetapi Ibu datang dengan seorang siswa baru. Baiklah Jonas sekarang kamu perkenalkan namamu pada teman-teman beru kamu,,” Tegas Ibu Sunarti pada siswa baru tersebut.


Nanti disambung disini
“Hay, teman-teman” Sapa seorang laki-laki.
“Kenalkan, namaku Jonas Saputra biasa dipanggil Jonas. Aku pindahan dari SMA Nusa Indah.”
                Tiba-tiba, Ela berpikir sesuatu setelah melihat Jonas. Sepertinya wajah ini tidak asing lagi baginya. Namun wajah Jonas sangat samar-samar dalam bayang-bayangnya.
“Ah, mungkin mirip saja,,,” Jawab batin Ela.
“Hey, masih ingatkah kamu dengan perkataanmu tadi,,,?” Tegas Puti pada Ela yang sedang duduk dibelakangnya.
“Iya aku ingat kamu tenang saja. Lagian cowok gini bukan tipeku,,,”Jawab Ela sambil tertawa diikuti Wulan dan Puti.
                Tiba-tiba, sebuah suara menghentikan tawa mereka.
“Ela, apa ada pertanyaan lagi,,?” Tanya Ibu Narti.
“Ti-tidak ada Bu,,,” Jawab Ela dengan terbata-bata.
“Lantas kenapa kamu tertawa,,,?” Tanya Ibu Narti lagi.
“Ini Bu, wajah Wulan lucu,,!” Jawab Ela dengan singkat.
“Owh Ibu kira ada apa, ya sudah Jonas kamu duduk dibelakang Reza.” Tegas Bu Narti pada Jonas sambil menunjuk bangku kosong yang berjarak satu langkah dari tempat duduk Ela.
 “Haah, dia duduk disampingku,,,?” Bisik Ela pada Wulan.
“Iya, memangnya kenapa,,,?” Tanya Wulan.
“Ya, ngak apa-apa sih” Jawab Ela sambil nyengir.
                Dengan tidak sadar, Ela pun memalingkan wajahnya kesebelah kiri dan tidak sengaja matanya berpapasan dengan dua bola mata yang sangat indah dan terlihat seperti mata kucing yang berkilau.
“Subhanallah, cowok ini tampan juga” Kata Batin Ela.
“Masya Allah, ini cewek bagaikan bidadari yang turun dari langit yang diutus ketuanya untuk menemaniku dikelas ini.”  Batin Jonas pun berkata.
                Begitu lama mereka berhadapan, tiba-tiba Ela teringat pada perkataannya tadi yang dilontarkan kepada Puti. Akhirnya ia memutar kembali kepalanya dan memalingkan wajahnya kepapan tulis sambil mendengarkan Ibu Narti menjelaskan tentang pelajaran PKN.
                ***
                Bel istrahat pun berbunyi, semua siswa sibuk dengan urusannya masing-masing. Namun terlihat seorang gadis yang tampak melamun di tempat duduknya.
“Hay, boleh kenalan,,,?” Sapa seorang laki-laki sambil mengulurkan tangannya.
“Aku sudah tau nama kmu kok, nama kamu Jonas kan,” Jawab gadis itu.
“Iya, tapi ku belum tau nama kamu. Boleh aku tahu namamu,,?”
“Aku Ela,,” Jawab gadis itu sambil mengulurkan tangannya.
“Owh kenapa tidak ke kantin?”
“Lagi malas, lagian aku juga ngak lapar,,!” Jawab Ela sambil mengambil Novel dan membacanya.
“Kenapa malas,,? Nanti kalau ngak makan kamu bias kena magh,,!”
“Sok tau banget sih kamu,,” Bentak Ela pada Jonas.
“Loh kok kamu marah sih, aku kan cuma mengingatkan,,,!”
“Ngak perlu, tanpa diberi tahu aku juga tahu,,!” Tegas Ela sambil berdiri dan langsung meninggalkan Jonas.
                Ela pun langsung pergi meninggalkan Jonas, dan mencari kedua sahabatnya. Dari tadi dia mencari kedua sahabatnya, namun batang hidung mereka belum juga terlihat. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk ditaman sekolah sambil melanjutkan membaca Novelnya. Namun tampakny ia gelisah dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca Novel dan menutupnya kembali. Sepertinya ia lagi memikirkn sesuatu.
“Siapakah yang rela menolongku tadi,,,?”
“Siapakah dia yang telah menolongku dari hukuman Ibu Narti,,,?
“Ya Allah, aku mohon pertemukan aku dengannya,,,” Batin Ela berkata.
                Dari lamunannya tersebut tiba-tiba ia berpikir Jonas. Apakah Jonas yang telah menolongnya?. Sepertinya hal yang tidak mungkin. Karena dari penglihatannya, Jonas merupakan orang yang jutek. Namun siapa lagi kalau bukan Jonas. Pikiran Ela pun melayang-layang bagaikan dedaunan yang berterbangan karena ditiup angin. Tiba-tiba sebauh suara mengagetkan Ela.
“Hay kawan kamu nampaknya sedih,,,?” Tanya seseorang.
“Eh Wulan, Puti, ngagetin aja,,,!”
“Kamu kenapa La,,?” Tanya Puti.
“Aku berpikir hal yang tadi pagi,,,” Jawab Ela pada kedua sahabatnya.
“Sebenarnya kita berdua ingin membantu, namun kasus kamu sangat sulit untuk ditebak,,,” Jawab Wulan
“Ah Wulan, kamu lebay deh,,,!” Jawab Ela sambil tertawa.
                Tiba-tiba bel berbunyi ketiga gadis tersebut langsung beranjak dari taman sekolah dan berjalan menuju kelas.
                Namun tiba-tiba langkah Ela terhenti, sepertinya ia melihat sesuatu. Ternyata Ela melihat Jonas yang sedang dikerumuni oleh gadis-gadis cantik. Memang Ela tak bias berbohong dengan kata hatinya, ia akui Jonas memang tampan, orangnya baik. Namun setelah melihat Jonas sedang dikerumuni gadis-gadis cantik ia merasa jijik dengan Jonas.
“Apakah ini namanya cemburu,,,?” Kata batin Ela
“Apaan sih La, ngapain juga cemburu sama cowok seperti itu. Ikh amit-amit deh,” Kata batin Ela lagi.
“Heh, kanapa kamu,,,?”
“Ti-tidak apa-apa Wulan” Jawab El pada Wulan
“Jangan bilang, kamu lagi mengamati Jonas,,” Tegas Puti pada Ela.
“Ng-ngak kok, ngapain juga mengamati orang yang ngak penting. Ayo kita langsung ke kelas aja,,,” Tegas Ela pada kedua sahabatnya.
                Mereka pun sampai ke kelas, tiba-tiba ketua kelas dan dan menyampaikan bahwa guru mata pelajaran jam terakhir lagi sakit dan tidaj bias mengajar hari ini, semua siswa pun bersorak ria, termasuk Ela,Wulan, dan Puti.
                Tiba-tiba Puti melihat Sesutu yang berbeda dari Ela, ia pun menanyakan hal itu pada Ela.
“La,,,” Sapaa Puti.
“Kenapa Put,,?” Tanya Ela.
“Tumben kamu tidak memakai gelang kesayanganmu,,,!”
“Masa sih,,?”
“Coba kamu lihat kalau ada di pergelangan tangmu atau tidak,?”
“Astaga iya, kemana gelangku,,!” Tanya Ela dengan nada cemas dan wajah pucat setelah mengetahui bahwa gelangnya hilang.
“Coba kamu ingatingat dulu La, siapa tahu kamu salah menaruhny,,!” Bujuk Wulan sambil menenangkan Ela.
                Puti pun langsung berdiri didepan kelas dan menyampaikan pengumuman.
“Teman-teman aku mau bertanya,,,” Tegas Puti pada semua teman-temannya yang ada dikelas tersebut.
“Ada apa Puti,,?” Tanya seorang siswa.
“Iya, ada apa sih,,?” Tanya seorang siswa lagi.
“Begini, kalian tahu gelangnya Ela kan,,?”
“Iya kami tahu,,,!” Jawab Siswa
“Nah, siapaa yang lihat gelangnya. Soalnya Ela kehilangan gelangnya,,,!”
“Kasihan, nanti kalau kami melihatnya pasti kami kembalikan. Kamu yang sabar ya La, kami pasti akan membantu menemukan gelangmu,,!” Jawab salah seorang siswa.
“Iya aku juga” Semua siswa berseru.
“Teman-teman, makasih ya,,,” Kata Ela pada teman-temannya.
“Iya sama-sama Ela” Seru semua siswa.
                Tiba-tiba Ela tersadar, bahwa salah seorang murid tidak berada didalam kelas.
“Kemana ya Jonas,,,?” Tanya Batin Ela.
                Tiba-tiba Ela berpikir keluar untuk ketoilet, ia pun bertanya kepada kedua sahabatnya.
“Perlu ditemani,,” Tanya Wulan.
“Tidak perlu, aku bias sendiri”
                Ela pun langsung pergi. Bruuuk, tiba-tiba dengan tidak sengaja ia menabrak tubuh seseorang.
“Maaf, maaf, sini aku bantu,,,” Tegas seorang laki-laki sambil mengulurkan tangannya pada Ela yang hendak terjatuh.
“Tidak perlu, aku bias sendiri,,,” Jawab Ela sambil mengibaskaan tangn Jonas.
“Kamu kenapa sih,? Sepertinya kamu sangat membenciku,,?” Tanya Jonas.
“Siapa yang membencimu, jangan Ge-Er deh,,!”
“Aku piker kamu membenciku…!”
                Tiba-tiba datang seorang gadis cantik menghampiri mereka berdua. Sepertinya gadis tersebut sangat dekat dengan Jonas. Ela pun terkejut,,,!
“Hey, Jonas pulang bareng aku ya sebentar,,,” Ajaak gadis tersebut pada Jonas.
“Okey, aku tunggu digerbang ya,,,” Jawab Jonas pad gais itu.
                Tiba-tiba gadis tersebut langsung pergi meninggalkan Ela dan Jonas. Namun, setelah gadis tersebut pergi. Banyak pertanyaan yang berkerumun dipikiran Ela, ia ingin bertanya oada Jonas siapakah gadis yang tadi. Namun, ia juga merasa gengsi.
“Kenapa juga harus kutanyakan, tidak penting juga,,” Kata batin Ela. Tanpa ia sadari Jonas sedang memperhatikannya.
“Kenapa kamu ngeliatin aku kaya gitu,,,?” Tanya Ela.
“Ikh, Ge-Er banget sih aku liatin Desi yang berjalan kok.”
                Ela pun menengok kebelakang, ternyata benar ada gadis yang sedag berjalan dibelakangnya.
“Owh, gadis yang tadi itu bernama Desi” Kata batin Ela.
“Hey, sebenarnya kamu mau kemana sih,,?” Tanya Jonas
“Bukan urusanmu, minggir,,!” Bentak Ela pada Jonas dan langsung meninggalkan Jonas.

***
                Bel pulang pun telah dibunyikan, semua siswa bersorak gembira. Ela,Wulan,dan Puti pun keluar dari kelasnya menuju pintu gerbang sekolah. Tiba-tiba Ela melihat sesuatu yang membuat jantungnya seperti mau berhenti dan hatinya rasanya tertusuk jarum-jarum yang tajam. Sepertinya, Ela melihat kemesraan dua insane seperti di mabuk asmara. Dan lebih parahnya dua insane itu adalah Jonas dan Desi.
“Kenapa denganku,,,? Apa aku jatuh cinta kepada Jonas,,? Kenapa harus padanya cintaku bersemi,,,? Orang yang sangat jijik bagiku,” Tanya Ela pada dirinya sendiri.
                Ela pun melanjutkan perjalanannya. Jarak rumah Ela,Puti, dan Wulan sangat berdekatan. Oleh karena itu mereka selalu pulang sekolah bersama-sama.
                Sampai dirumah, Ela pun berganti pakaian dan langsung membaringkan tubuhnya diranjang. Rasanya hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Oleh karena itu, ia ingin beristirahat tanpa gangguan dari siapapun.

***
                Pagi itu, terlihat begitu cerah mentari memancarkan sinarnya dengan begitu indah. Sebelum berangkat sekolah, ia berharap dan berdoa semoga ia dapat menemukan gelangnya yang hilang, dan juga dapat menemukan orang yang telah menolongnya untuk mengambil buku tugasnya.
                Setibanya digerbang Ela terkejut melihat seorang laki-laki yang hendak turun dari sebuah motor. Yang mengejutkan Ela, motor tersebut seperti motor yang telah mengantarnya kemarin untuk mengambil buku. Namun dalam benak Ela teringat kata-kata Wulan.
“Astaga Ela, kamu ini bloon atau pura-pura amnesia sih, motor yang warna putih kan banyak,,”
                Teringat kata-kata Wulan, Ela pun tersadar dari lamunannya dan berjalan menuju kelasnya.
                Hari itu, Ela terlihat seperti tidak bersemangat. Karena ia merasa masalah yang menimpanya begitu bertubi-tubi. Tiba-tiba datang Reza dan Jonas secara bersamaan, mereka datang dengan sebuah senyuman dan sebuag pembicaraan yang sangat penting. Namun Ela tidak menghiraukan dua lelaki tersebut. Ela tetap menunduk pada sebuah buku Novel. Nampaknya ia sangat terfokus dengan cerita Novel tersebut.
“Gila kamu Jonas. Pengalaman pertama kamu disekolah ini sangat mengasikkan belum apa-apa udah bonceng cewwek duluan,,,” Tegas Reza pada Jonas sambil tertawa.
“Ya iyalah, sebenarnya aku ngak mau menolong cewek tersebut. Namun gadis itu memaksaku sampai-sampai ia bermohon padaku. Katanya sih hanya ku yang dapat menolongnya,,,!”
“Hahahahaha, wah jadi sirik aku sama kamu Jonas,”
                Setelah mendengar pembicaraan kedua lelaki tersebut, Ela terkejut dan langsung menutup bukunya. Tanpa mengucap satu kata pada kedua lelaki itu Ela langsung pergi meninggalkan kelas tersebut. Hatinya bagaikan tersayat-sayat pisau yang tajam bahkan sangat tajam. Ela pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman sekolah.
“Za, kenapa sih dia,,?” Tanya Jonas pada Reza.
“Lagi sedih kali,,!”
“Sedih kenapa,,,!”
“Aku ngak tahu,,,!”
“Za, aku boleh nanya ngak,,?”
“Ya boleh lah,,,!”
“Ela itu orangnya Jutek ya,,,?”
“Tidak kok Jo, dia baik, banyak teman-teman dikelas menyayanginya. Karena Ela itu gadis yang ngak sombong. Dia sering member petunjuk pada kita semua jika ada tugas atau ulangan,,” Jjelas Reza pada Jonas panjang lebar.
“Masa sih,,,!”
“Iya, mungkin kamu belum kenal lebih dekat dengan dia, jadi kamu beranggapan begitu,,!”
“Tapi, kenapa dia sama aku sangt jutek ya,,,?” Tanya Jonas penasaran.
“Sebenarnya, dia lagi ada masalah Jo,,,!”
“Masalah apa,,?”
“Dia kehilangan gelang yang sangat berharga,,,!”
“Apa gelang itu pemberian dari pacarnya, sampai segitunya kesedihannya,,,?” Tanya Jonas.
“Bukan, gelang itu pemberian kakaknya sebelum kakaknya meninggal karena kecelakaan.”
“Apa benar yang kau katakana Reza,,?” Tanya Jonas.
“Iya akhir-akhir ini Ela selalu sedih, karena belum lama ini ia ditinggalkan oleh kakaknya.”
“Sungguh malanh nasibmu La, maafkan aku yang selalu membuatmu marah,,!” Kata Batin Jonas.
“Za, sebenarnya,,,!”
“Sebenarnya apa Jonas,,,!”
“Sebenarnya, Gadis yang aku tolong waktu pertama aku masuk sekolah itu adalah  Ela,,,!” Jelas Jonas pada Reza.
“Apaaa,,,?”
“Iya Za, dan gelangnya ada sama aku, soalnya waktu dia turun dari motorku entah mengapa gelangnya jatuh. Pas aku mau balikin, ekh ternyata dianya keburu pergi, jadi aku simpan saja.”
“Aku perhatiin sepertinya Ela ada hati sama kamu,,,!
“Maksud kamu,,,?”
“Aduh Jonas, maksudku Ela itu suka sama kamu. Soalnya waktu kamu berjalan dengan Desi tidak sengaja aku berpapasan dengan Ela yang sedang mengamatimu sepertinya waktu itu dia cemburu Jo,,,!” Jelas Reza.
“Benarkah,,,?”
“Ya, ya sudah kamu ikejar deh cintamu itu aku yakin kamu juga menyukainya kan,,,?”
“Akh, so tahu kamu, Za,,,!”
                Saat itu, Ela mulai menangis ia menyesal telah menganggap Jonas yang bukan-bukan.
“Jonas maafkan aku, sungguh aku tidak tahu kalau kamu yang telah menolongku waktu itu, maafkan aku,,,!” Kata batin Ela.
                Tiba-tiba seseorang yang memberikan sebuah tisu padanya.
“Sudahlah Wulan, kamu jangan merugikan tisumu buatku. Aku sudah tahu semuanya, ternyata cowok yang telah menolongku adalah Jonas. Namun kenapa dia tidak mengakui semuanya padaku. Apa dia menganggap pertemuan itu hanya pertemuan biasa. Tapi Wulan pertemuan itu bagiku adalah  pertemuan special. Ternyata aku telah jatuh cinta padanya walaupun aku tak prnah sadari itu.” Jelas Ela pada seseorang yang telah memberikan tisu kepadanya tanpa memandang wajah seseorang tersebut.
“Aku juga La, ternyata kamu sama seperti aku. Aku menganggap pertemuan itu adalah pertemuan yang special. Aku yakin Allah telah merencanakan pertemuan tersebut. Dan maafkan aku, selama ini tidak mengakui bahwa dirikulah yang menolongmu.”
                Betapa terkejutnya Ela, setelah mendengarkan penuturan tadi dan betapa terkejutnya ia melihat bahwa seseorang yang dianggapnya sahabatnya itu ternyata bukn sahabatnya.
“Ka-kamu Jonas,,,!”Kata Ela dengan nada terkejut.
“Iya, Ela ini aku. Please terima ya tisu dariku. Aku tk tega melihat perempuan yang sedang menangis,,,!” Jawab Jonas.
“Iya terima kasih,!” Jawab Ela sambil mengambil tisu yang diberikan Jonas dan membersihkan air matanya.
“Kamu jahat Jonas,,,!!”
“Jahat, maksudmu,,,?”
“Kenapa kamu tidak mengaku dari awal kamu masuk kekelasku bahwa kamu adalah orang yng telah menolongku,,,!”
“Aku pikir, disaat itu kamu telah mempunyai pacar. Makanya karena sebagai anak baru aku harus rama pada semuanya dan aku tidak mau membuat kekacauan. Namun setelah aku selidiki ternyata kam masih jomblo dan belum ada yang memiliki.” Jelas Jonas pada Ela.
“Iya , tetap saja kamu jahat. Kamu membuat aaku lelah Jo,,!”
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, ini gelang yang kau cari,,,?” Tanya Jonas sambil memberikan sebuah gelang.
“Iya, Jonas, kamu dapat dari mana,,,?” Tanya Ela.
                Akhirnya Jonas menceritakan semuanya dengan secara detail pada Ela.
“Kamu jahat Jonas, kamu sudah tahu semuanya tetapi kamu tidak mengakuinya.”
“Maafkan aku, yang penting sekarang kita sudah saling TST,,,!”
“Apaan TST, Jo,,,?” Tanya Ela penasaran.
“Tahu Sama Tahu,,,!” Jawab Jonas.
“Kamu jahat Jonas,,” Teriak Ela sambil memukul lengan kanan Jonas.
“Iya sekali lagi maafkan aku ya, biar jahat toh kenapa kamu tetap dekat sama aku,,,!” Ledek Jonas pada Ela.
“Bagaimana aku tidak mau dekat denganmu, kamu telah mencuri sekping hatiku,,,” Ledek Ela pada Jonas.
“Kamu jug jahat La,,!”
“Memangnya aku telah berbuat apa padamu,,,?” Tanya Ela dengan penasaran.
“Karena kamu telah mengambil seluruh hatiku, tak sedikitpun kamu sisakan untuk tubuhku,,,!” Gombal Jonas.
“Akh, sialan kamu, kalau seluruh hatimu aku ambil terus kamu hidup pakai haati siapa,,?” Tanya Ela.
“Ya pakai hati kamu, kan katamu aku telah mencuri sekping hatimu,,” Jawab Jonas sambil nyengir.
“Bisa saja kamu Jonas,,”
                Tiba-tiba datanglah beberapa orang yang telah mengganggu kemesraan kedua insan yang baru dimabuk asmara tersebut.
“Ceileh, siapa sih dia sampai segitunya disambut,,,” Tegas Puti yang mengulang kata-kata Ela waktu itu.
“Iya Put, ada yang kemakan omongannya sendiri nih,,” Lanjut Wulan.
                Sepertinya Wulan Puti sedang menyindir Ela.
“Maaf, dua sahabatku kata-kata itu kan keluar sebelum aku tahu semuanya,,” Jelas Ela pada kedua sahabatnya.
“Owh, jadi sekarang TST ya,,,!” Ledek Wulan pada kedu insan tersebut.
“Wul, apaan TSTS,,,? Tahu Sama Tempe ya,,,?” Tanya Puti.
“Tahu Sama Tahu Puti,,” Jawab Wulan, Ela, dan Jonas kompak.
                Tiba-tiba Ela melihat sepasang kekasih yang sedang  bermesraan, Ela pun terkejut.
“Owh, iya Jonas,,, aku boleh nanya ngak,,?”
“Ya iyalah, kamu mau nanya apa,,,?” Tanya Jonas pada Ela.
“Tapi kamu harus jujur ya,,?”
“Iya, memangnya kenapa,,?” Tanya Jonas.
“Sebenarnya Desi itu siapa sih, kok kalian seperti terlihat mesra sekali kemarin? Tapi tiba-tiba sekarang dia bermesraan dengan Reza, aku jadi bingung,,,?” Tanya Ela pada Jonas dengan kebingungannnya.
“Ya Allah , nih anak selalu ketinggalan gossip. Makanya jangan terlaalu sering baca novel. Lihat dong sekitar-sekitar sekolah jangan hanya berpindah di dua tempat saja, kelas dan taman sekolah,,,” Jelas Wulan pada Ela.
“Apa maksudmu Wul,, sungguh aku tak mengerti,,?” Tanya Ela.
“Ela sayang Desi itu sepupunya Jonas. Jadi wajar kan dia bermesraan-mesraan dengan Reza, kan Reza itu pacarnya. Mereka baru jadian seminggu yang lalu,,,” Jelas Puti pada Ela.
“Masa sih,,?” Tanya Ela.
“Kenapa kamu pikir Desi pacarku,,,?” Tanya Jonas pada Ela.
“I, iya, ya,,” Jawab Ela dengaan naa pelan
“Makanya selidiki dulu, baru itu menuduh,,” Jelas Jonas ambil mencubit hidung Ela kecil.
“Akh, kamu Jonas, bias aja. Iya aku ngaku salah maaf ya,,!”
“Iya sayang aku maafin,,” Jawab Jonas.
“Wulan kita pergi saja dari sini, rasanya taman ini banyak bunga-bunga cinta. Aku kan alergi dengan bunga,,” Tegas Puti pada Wulan.
“Iya Put, ayo kita keluar saja dari taman ini. Jangan sampai mengganggu dua kupu-kupu yang sedang bercinta,,” Jawab Wulan.
“Heh, dasar kamu Wul, katain aku kaya kupu-kupu,,,” Tegas Ela.
“Iya ganteng-ganteng gini disamain sama kupu-kupu,,” Teriak Jonas pada kedua sahabat Ela yang tengah berlari.
                Akhirnya, taman sekolah tersebut menjadi saksi cita kedua manusia tersebut.

J TAMAT J